TUGAS KAP
TUGAS
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Penulis
Nama :
Rizky Mulia Annisa Putry
NPM 2116031012
Program Studi : Ilmu
Komunikasi
Mata Kuliah :
Komunikasi Antar Pribadi
Dosen : Bangun Suharti, MIP
Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas
Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung
Bandar
Lampung
24 November 2021
A. TUGAS
BAB 1
TEORI DASAR KAP DAN TEORI KONFLIK
1. TEORI DASAR KOMUNIKASI ANTAR
PRIBADI
Teori Komunikasi Antar Pribadi adalah komunikasi yang berlangsung
dengan tatap muka antar dua orang atau lebih secara verbal atau non verbal,
bisa secara di rencanakan bisa juga dengan secara otodidak atau biasa kita
kenal 'dadakan'.
Komunikasi Antar Pribadi memiliki beberapa teori yaitu :
1.
Interaksionisme Simbolik
Teori interaksionisme
Simbolik merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna
melalui proses komunikasi. Teori interaksi simbolik berfokus pada pentingnya
konsep diri dan persepsi yang dimiliki iindividu berdasarkan interaksi dengan
individu lain.
Menurut Herbert Blumer,
terdapat tiga asumsi dari teori ini:
1.
Manusia bertindak berdasarkan
makna yang diberikan orang lain kepada mereka.
2.
Makna diciptakan dalam interaksi
antar manusia.
3.
Makna dimodifikasi melalui
interpretasi.
Asumsi pada Interaksionisme Simbolik.
Pada
dasarnya teori Interaksionisme Simbolik berakar dan berfokus pada hakekat
manusia yang adalah makhluk Rasional. Esensi dari teori Interaksionisme
Simbolik menurut Mulyana (2006) adalah suatu aktifitas yang merupakan ciri khas
manusia, yakni komunikasi atau pertukaran simbol simbol yang diberi makna.
Joel
M. Charon (1979) dalam bukunya “Symbolic
interactsionism” mendefinisikan interaksi sebagai aksi sosial bersama,
individu individu berkomunikasi satu sama lain mengenai apa yang mereka lakukan
dengan mengorientasikan kegiatannya kepada dirinya masing masing ( mutual social action, individuals,
communicating to each other in what they do, orienting their acts to each
others)
2. Teori Pelanggaran Harapan
Teori Pelanggaran Harapan merupakan salah satu teori
komunikasi yang menggambarkan bahwa seseorang memiliki harapan terhadap jarak
perilaku nonverbal orang lain yang dapat memberikan kenyamanan kepadanya. Teori
ini melihat komunikasi sebagai pertukaran informasi yang dapat dianggap positif
atau negatif tergantung pada rasa suka atau harapan antara dua orang yang
berinteraksi.
Teori Pelanggaran Harapan menurut E.M Griffin memiliki
dasar teori, Hubungan antar pribadi dipengaruhi oleh harapan atas ruang pribadi
(personal space), jika jarak antar pribadi dilanggar, akan terjadi hambatan
komunikasi antar personal, karena dianggap tidak sopan sehingga timbul ketidaknyamanan.
Biasanya membagi jarak : jarak akrab,
jarak personal, jarak sosial dan jarak publik.
¾
Contoh : Orang yang sudah akrab,
boleh masuk rumah, ruang keluarga dengan ruang tamu (bukan keluarga) pasti
berbeda.
3. Teori Kebohongan Antar Pribadi
Teori
Kebohongan Antar Pribadi dicetuskan oleh David Buller dan Judee Burgoon.
Respon dalam komunikasi antar pribadi merupakan kebohongan,
atau jawaban berkelit untuk menghindarkan dari kondisi yang tak diinginkan.
Kebohongan atau concept of deception,
dibuat untuk membuat keyakinan atau kesimpulan palsu. Kadang kadang dalam KAP,
akan terjadi pembohongan untuk mengelabui.
Teori ini digunakan untuk menjelaskan kebohongan-kebohongan
komunikasi seseorang dengan cara memancing komunikan dengan informasi yang
tidak benar sehingga terbongkarlah kenyataan bohongnya. Teori ini secara asumsi
tergolong ke dalam kategori humanistik. Sangat sulit dengan teori ini untuk
meramalkan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada pikiran manusia. Artinya
apakah seseorang melakukan kebohongan atau tidak, agak sulit diramalkan.
4. Teori
Penetrasi Sosial
Teori Penetrasi Sosial dipopulerkan oleh Irwin Altman &
Dalmas Taylor. Teori penetrasi sosial secara umum membahas tentang bagaimana proses
komunikasi interpersonal.
Dalam perspektif teori penetrasi sosial, Altman dan Taylor
menjelaskan beberapa penjabaran sebagai berikut:
·
Pertama, Kita lebih sering dan
lebih cepat akrab dalam hal pertukaran pada lapisan terluar dari diri kita.
·
Kedua, keterbukaan-diri (self
disclosure) bersifat resiprokal (timbal-balik), terutama pada tahap awal dalam
suatu hubungan. Menurut teori ini, pada awal suatu hubungan kedua belah pihak
biasanya akan saling antusias untuk membuka diri, dan keterbukaan ini bersifat
timbal balik.
·
Ketiga, penetrasi akan cepat di
awal akan tetapi akan semakin berkurang ketika semakin masuk ke dalam lapisan
yang makin dalam. Tidak ada istilah “langsung akrab”.
·
Keempat, depenetrasi adalah proses
yang bertahap dengan semakin memudar. Maksudnya adalah ketika suatu hubungan
tidak berjalan lancar, maka keduanya akan berusaha semakin menjauh. Akan tetapi
proses ini tidak bersifat eksplosif atau meledak secara sekaligus, tapi lebih
bersifat bertahap. Semuanya bertahap, dan semakin memudar.
Dalam teori penetrasi sosial, kedalaman suatu hubungan
adalah penting. Tapi, keluasan ternyata
juga sama pentingnya.
Komunikasi, pengungkapan diri dan keakraban adalah unsur
pokok hubungan antar pribadi. Hubungan sering dihargai seperti keuntungan dan biaya
yang harus dikeluarkan.
¾
Rumus hubungan
ü H = I-B ( Hasil hubungan = imbalan – Biaya )
ü Profit = reward – cost
Hubungan bisa berakhir,
jika perhitungan tidak menghasilkan profit (kenyamanan, keselamatan dll)
5. Teori Reduksi Ketidakpastian
Teori
pengurangan ketidakpastian merupakan salah satu teori komunikasi yang membahas
mengenai strategi untuk mengurangi ketidakpastian kognitif dan perilaku dengan
pencarian informasi melalui komunikasi dengan orang lain. Ketidakpastian
kognitif merujuk kepada tingkat ketidakpastian yang dihubungan dengan keyakinan
dan sikap tersebut. Ketidakpastian perilaku merujuk kepada tingkat
ketidakpastian yang dihubungkan dengan perilaku.
Menurut Berger & Calebrese (dalam Gudykunt & Kim, 1997, p. 32) ada
dua jenis ketidakpastian saat bertemu orang asing.
Pertama adalah sikap, perasaan, kepercayaan, nilai, perilaku orang asing. Kedua
adalah ketidakpastian terhadap makna dibalik perilaku yang ditunjukkan oleh
orang asing ketika berkomunikasi sehingga, seseorang berusaha memprediksi
makna-makna yang mungkin sesuai dengan perilaku orang asing tersebut.
Ketidakpastian dapat berdampak buruk pada kualitas hubungan. Maka, Salah
satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian adalah dengan
mencari informasi. Pencarian terhadap informasi ini dapat dilakukan melalui
tiga strategi. Menurut Berger & Calebrese (dalam West dan Turner, 2013, p.
184) strategi tersebut adalah strategi pasif (passive strategy), strategi aktif (active strategy), dan strategi interaktif (interactive strategy).
Individu melakukan tindakan memprediksi perilaku komunikan.
Setiap individu yang berinteraksi selalu memiliki prediksi terhadap perilaku
komunikannya. Reaksi komunikan merupakan ketidakpastian, namun sudah diprediksi
sebelumnya. Ketidakpastian, menimbulkan keinginan untuk berinteraksi lebih
lanjut. Dalam hubungan, yang dicari adalah kepastian dan menghindari
ketidakpastian.
¾
Kepastian : tukar cincin,
pernikahan, saling sering menyapa, saling memberikan hadiah
6. Teori
Disonasi Kognitif ( Pengaruh )
Leon Festinger (1957) menjelaskan bahwa disonansi kognitif
adalah diskrepansi atau kesenjangan yang terjadi antara dua elemen kognitif
yang tidak konsisten, menciptakan ketidaknyamanan psikologis.
Teori disonansi kognitif memiliki sejumlah anggapan atau
asumsi dasar diantaranya adalah:
1.
Manusia memiliki hasrat akan
adanya konsistensi pada keyakinan, sikap, dan perilakunya. Teori ini menekankan
sebuah model mengenai sifat dasar dari manusia yang mementingkan adanya
stabilitas dan konsistensi.
2.
Disonansi diciptakan oleh
inkonsistensi biologis. Teori ini merujuk pada fakta-fakta harus tidak
konsisten secara psikologis satu dengan lainnya untuk menimbulkan disonansi
kognitif.
3.
Disonansi adalah perasaan tidak
suka yang mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan dengan dampak-dampak
yang tidak dapat diukur.Teori ini menekankan seseorang yang berada dalam
disonansi memberikan keadaan yang tidak nyaman, sehingga ia akan melakukan tindakan
untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut.
4.
Disonansi akan mendorong usaha
untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi. Teori ini
beranggapan bahwa rangsangan disonansi yang diberikan akan memotivasi seseorang
untuk keluar dari inkonsistensi tersebut dan mengembalikannya pada konsistensi.
Pribadi selalu
mengalami disonansi kognitif, atau perbedaan pengetahuan dengan tindakan.
¾
Kasus 1. Orang sudah tahu rokok
itu merusak kesehatan, tidak sehat dan mubazir, tetapi tetap saja orang merokok
¾
Kasus 2. Orang merasa memiliki
kebebasan pilihan dan ia akan bertanggung jawab atas pilihannya. Jika dipaksa,
ia akan menyalahkan orang yang memaksa, atau akan menyesali telah melakukan
sesuatu yang tak diinginkannya
7. Teori
Keseimbangan
Ruang lingkup teori keseimbangan ( balance theory) dari Heider ialah menganai hubungan-hubungan antar
pribadi. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu-individu sebagai
bagian dari struktur sosial, (misalnya sebagai suatu kelompok) cenderung untuk
menjalin hubungan satu sama lain.
Jika seseorang setuju pada tindakan tertentu, ia akan melakukannya dengan senang hati, jika ia tidak setuju tetapi telah melakukannya, ia akan mengalami stress, gangguan jiwa. Untuk itu ia akan mengurangi ketidaknyamanan itu dengan cara mengubah sikap terhadap tindakannya itu, dan jika belum merasa nyaman, ia akan terus mencari cara agar terjadi pilihan yang tepat / seimbang sehingga ia bisa merasa nyaman.. Teori Kesesuaian ( Congruity Theory )
Pokok prinsip kesesuaian yang dirumuskan oleh Charles
Osgood dan Tannenbaum mengatakan bahwa unsur unsur kognitif mempunyai valensi
positif atau valensi negatif dalam berbagai intensitas atau mempunyai valensi
nol. Unsur unsur yang relevan
satu sama lain dapat mempunyai hubungan positif dan negatif.
Jika seseorang memiliki pendapat, dan ia orang yang
berpengaruh, ia akan dapat merubah pandangan orang lain. Sikap seseorang
seringkali akan menyesuaikan dengan sikap dan pandangan orang lain, pandangan
yang mudah berubah adalah pandangan yang ekstrem dan lebih mudah dipengaruhi
daripada sikap netral.
¾
Dalam KAP, akan terjadi
penyesuaian terhadap saran, ide, gagasan dan pengaruh dari orang lain.
2. TEORI KONFLIK ANTAR
PRIBADI
Teori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan
sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa
perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan
kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula. Ada beberapa teori konflik
yang akan dibahas yaitu :
1.
Konflik Prinsip – Komunal
ü Konflik prinsip : mencerminkan perbedaan nilai-nilai antar individu
dalam suatu hubungan
ü Konflik komunal : berbeda mengenai bagaimana mereka harus bertindak,
perbedaan respon ang ditunjukkan.
Konflik terjadi karena
prinsip yang berbeda, meskipun sebagiannya ada persamaan dn terjadi pada suatu
kelompok
Setuju punya anak,
tetapi tidak sepakat kapan akan punya anak (kelompok terkecil ➔ keluarga) Ada perbedaan dalam
persetujuan tersebut. Misalnya, setuju
maling dihukum, tetapi tidak sepakat apa hukuman bagi maling
2.
Konflik Realistik - Non realistik
Konflik realistis
merupakan konflik yang berawal dari kekecewaan terhadap tuntutan-tuntutan
khusus yang terjadi dalam hubungan. Konflik realistis muncul dari frustasi atas
tuntutan khusus dalam hubungan dan dari perkiraan keuntungan pada objek
frustasi.
Menurut Coser (pendapat
Coser) Konflik timbul karena frustasi
dan ada pelampiasannya. Akibatnya melemparkannya dan menyalahkan orang lain.
Tujuan konflik ini,
adalah untuk
a.
melepaskan ketegangan melalui
agresi
b.
Pengalihan agresi untuk self
reinforcing (penguatan diri)
¾
Seorang suami melampiaskan marah
kepada istri akibat dimarahi pimpinan, merasa kuat dan tenang setelah marah
pada istri, padahal yang sesungguhnya adalah : konflik di kantor dengan
atasannya/ dengan rekan kerjanya
3.
Konflik Pribadi dan individu super
Konflik dibuat untuk
kepentingan pribadi yaitu konflik pribadi, namun ada juga orang berkonflik demi
melindungi orang lain (pipmpinan lindungi bawahan), orang dapat mengorbankan
konflik demi membela komunitas, inilah pribadi super atau individu super.
Ada istri konflik
dengan suami karena alasan pribadi, tetapi ada ibu yang berkonflik demi membela
dan melindungi anaknya (ibu super). Pemimpin sewajarnya berkonflik, demi
membela rakyatnya, bukan sebaliknya (pemimpin super).
4.
Konflik perilaku dan atributions
Masing-masing yang
berkonflik memiliki alasan , alasan yang dikemukakan salah seorang, tidak
mungkin dan tidak selalu diakui oleh pihak lainnya . Hal ini, menunjukkan bahwa
satu pihak merasa benar dan tidak masalah, tapi bagi pihak lain, tindakan
tersebut justru menimbulkan masalah. Misalnya,
¾
Orang mengorok, bagi yang lain
bisa dianggap mengganggu.
¾
Makan berkecap, bersuara, bisa
dianggap tidak sopan bagi orang lain
¾
Berbusana, dengan model tertentu,
bisa dianggap mengganggu bagi orang lain.
5.
Konflik Pelanggaran - tanpa
pelanggaran
Konflik ini terjadi
akibat adanya pelanggaran terhadap kesepakatan bersama
3 karakter kunci :
fokus, mencolok mata (salience), konsekuensi (consequence)
¾
Fokus : bila aturan dibuat umum
dan tidak fokus, dapat menyebabkan konflik
¾
Mencolok mata : bila pelanggaran
tak tampak, tak timbul konflik, tapi bila nyata akan timbul konflik
¾
Konsekuensi : pada kasus tertentu,
dampak pelanggaran sudah diketahui bersama, jika khianat, otomatis cerai. Jika
ketahuan narkoba, otomatis dikeluarkan.
6.
Konflik Antagonistik - Dialektik
Yang satu menuntut,
yang lain tak dapat memenuhi. Jika dapat memenuhi, maka akan mengurangi porsi
yang lain
¾
Contoh : Istri minta berlibur,
otomatis suami kehilangan uang lembur atau proyek, konflik yang masih bisa
saling tawar, dengan perhitungan perhitungannya.
§ Pola komunikasi yang
menghalangi pengelolaan / resolusi konflik.
a.
Alasan yang diduga duga/perkiraan
Misalnya, jika menolak
kencan, menduga ada kencan dengan orang lain. Maka konflik makin runcing karena
salah satu pihak punya praduga lainnya.
b.
Balas menyalahkan
Konflik makin meruncing
akibat masing-masing fokus pada sumber konflik. Konflik makin runyam, bila
masing-masing saling menyalahkan, bukan mencari solusi.
c.
Menuntut menarik diri
Satu pihak menuntut
memperbaiki, pihak lain tidak menggubrisnya. Makin runcing masalah, karena
solusi yang ditawarkan diabaikan.
d.
Peningkatan komunikasi negatif
Apabila kata-kata
negatif dilontarkan, menambah konflik, apalagi mulai main tangan, maka makin
runcing konflik.
e.
Keras kepala
¾
Tidak mau mengalah
¾
Tidak mau mengaku salah
¾
Tidak jujur dan berbelitbelit
¾
Mengalihkan pembicaraan
f.
Tidak jujur dan berbelit belit
¾
Ketidak jujuran membuat hati tidak
tenang
¾
Ketika terkuak ketidak jujuran,
pengkhianatan sulit dimaafkan
¾
Berbelit belit akan membuat makin
sulit dan meningkatkan kecurigaan
g.
Tidak mau mengalah
¾
Kedua belah pihak merasa benar
¾
Tidak ada yang merasa bersalah,
sehingga tidak mau mengalah
¾
Kedua belah pihak tidak menyadari
pentingnya pemahaman mengalah itu bukan
kalah , Salah atau benar tidak penting yang penting Rukun dan Bahagia.
h.
Mengalihkan Pembicaraan
Mengalihkan pembicaraan, jika sering dilakukan dapat menjengkelkan, menimbulkan kecurigaan dan tidak respek dari orang yang diajak bicara.
HUBUNGAN AKRAB DALAM
KELUARGA
A.
TUJUAN UTAMA KOMUNIKASI KELUARGA /
DALAM HUBUNGAN PERKAWINAN
1.
Kontribusi bagi pembentukan konsep
diri
Konsep diri anggota keluarga, terutama
anak anak : dibentuk, dipelihara, diperkuat dan dikembangkan dalam komunikasi
keluarga melalui pernyataan kasih sayang, dukungan, sambutan, penerimaan,
pujian.
2.
Untuk dukungan dan pengakuan yang
diperlukan
Anggota keluarga akan menyatakan dukungan
dan sambutan jika ada anggota keluarga lain yang berhasil, sukses. Meskipun
sederhana, hadiah, ucapan selamat, perasaan lega, akan memberikan penguatan dan
dukungan.
Penerimaan pada k ekurangan anggota
keluarga, keluarga yang tidak terlalu banyak menuntut akan menenteramkan dan
mendamaikan suasana, jika ini tidak didapatkan, anggota keluarga dapat mencari
pelampiasan diluar keluarga. Hal ini akan mengancam keutuhan dan keharmonisan
keluarga.
3.
Menciptakan model-model
Anak akan mencontoh pola dan model dari
kedua orangtuanya.
Mencontoh pola pemecahan konflik : marah,
dingin, saling terbuka , menghina atau memberikan saran. Model dari rumah,
biasanya akan terpola keluar rumah, anak akan memecahkan dan memperlakukan
orang lain sebagaimana orang rumah memperlakukan orang lain dan memecahkan
masalah.
4.
Pola komunikasi antar generasi
dalam keluarga
Pola komunikasi
keluarga antar generasi terkait masalah : tanggung jawab, sopan santun,
otoritas : siapa diatur, siapa mengatur. Pola komunikasi antar generasi juga
menyangkut : masalah perlindungan, tepo seliro, keteladanan dan penerimaan.
Perbedaan generasi
harus dapat diatasi dengan kebersamaan, penerimaan, penghormatan, kasih sayang,
sopan santun dan dukungan.
¾
Keluarga Bahagia menjadi model bagi anak-anaknya
A.
MASALAH MASALAH YANG BERHUBUNGAN
DENGAN KEAKRABAN
1.
Kesepian
Cirinya, seseorang
merasa tingkat interaksinya Lebih kecil daripada yang diinginkan. Bila hubungan
dangkal, meskipun banyak, bisa membuat seseorang merasa kesepian. Kesepian bisa
menyebabkan : kurang percaya diri, tidak mampu memprakarsai aktivitas sosial,
sulit mencari teman, kurang dapat diterima orang lain.
¾
Catatan : Buatlah hubungan
harmonis, agar tidak ada kesepian anggota keluarga
2.
Ketidakpastian hubungan
Ragu pada identitas hubungan
; romantiskah, sekedar teman biasakah, hanya sampai disinikah. Bisa disebabkan oleh ketegangan dialektis :
satu saat dekat, akrab, saat lainnya menjauh
tidak akrab. Ketiadaan berbagi waktu dan perhatian
Contoh, keterpisahan
jarak karena sekolah, pindah tugas, pindah rumah, perkawinan dapat menjadi
ketidak pastian hubungan
¾
Catatan, Jika hubungan
dipertahankan perlu kepastian dengan tetap selalu berhubungan, saling sapa atau
saling kontak, saling berbagi atau curhat.
1.
Kecemburuan atau Jealously
adalah kecurigaan,
mengenai adanya persaingan, ketidak setaraan. Hal ini merupakan peretak utama
keakraban.
Self esteem (harga
diri) yang rendah sering menjadi penyebab kecemburuan. Wanita cemburu karena
pemisahan jarak, pria cemburu karena melihat ada perhatian kepada pria lain
¾
Catatan : harus meningkatkan
kepercayaan satu sama lain untuk menghilangkan kecemburuan
o
Self esteem : dapat meyebabkan masalah dalam hubungan antar pribadi
2.
Hubungan suami istri (dalam
keluarga) secara fisik
Masalah hubungan suami istri penting dalam
kelangsungan rumah tangga : teguran, senyuman, hadiah, gandengan tangan, jalan
Bersama dll.
Bagi Suami / pria hubungan ini merupakan
syarat mutlak, tetapi wanita tidak terlalu penting. Wanita lebih mementingkan
pola perilaku pria (perhatian, lembut dan kasih sayang, komunikasi yang setara
dan terbuka) sebagai kebutuhan utama hubungan rumah tangga/ suami istri. Istri
lebih mengutamakan anak anak dibandingkan suami. Bagi suami, ketiadaan hubungan
suami istri bisa menjadi masalah, tetapi bagi istri, tidak menjadi masalah sama
sekali. Bisa diatasi dengan perhatian dalam komunikasi visrtual jika terkendala
jarak.
¾ Hubungan fisik (kebersamaan, kehadiran) penting dalam keluarga (suami istri).
BAB III
RESOLUSI KONFLIK DALAM
KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL
A.
Definisi Konflik
Frost & Wilmot (1978) dalam Mulyana(2002)
mendefinisikannya sebagai suatu “perjuangan yang diekspresikan antara
sekurang-kurangnya dua pihak yang saling bergantung, yang mempersepsi
tujuan-tujuan yang tidak sepadan, imbalan yang langka, dan gangguan dari pihak
lain dalam mencapai tujuan mereka”.
Konflik berasal dari kata confligere yang artinya “bersama”
atau “bersaling-saling” dan fligere yang artinya “tubruk” atau“bentur”.
Adapun konflik secara harfiah adalah perbenturan antara dua
pihak yang tengah berjumpa dan bersilang jalan pada suatu titik kejadian, yang
berujung pada terjadinya benturan.
Sedangkan secara umum konflik didefinisikan sebagai suatu
peristiwa yang timbul karena adanya niat-niat disengaja antara pihak-pihak yang
berkonflik tersebut.
A.
Klasifikasi Konflik
1)
Pseudo conflict
Pseudo conflict adalah konflik interpersonal yang terjadi
karena kesalahpahaman. Orang-orang yang terlibat dalam konflik ini merasa
mempunyai tujuan berbeda, padahal kenyataannya sama.
2)
Fact conflict
Jenis konflik biasanya ini terjadi saat dua orang atau
lebih mempunyai perbedaan pendapat mengenai informasi tertentu.
3)
Value conflict
Value conflict merupakan konflik yang terjadi ketika
perbedaan nilai-nilai pribadi di dalam diri seseorang memicu ketidaksepakatan.
Misalnya, Anda dan rekan kerja memiliki pandangan berbeda soal hak aborsi.
4)
Policy conflict
Jenis konflik ini terjadi pada saat Anda memiliki perbedaan
pendapat terkait rencana tindakan atau strategi pemecahan masalah dalam situasi
tertentu dengan orang lain. Faktor-faktor yang berkontribusi dalam perbedaan
pendapat tersebut antara lain pendidikan hingga kepribadian.
5)
Ego conflict
Ego conflict adalah konflik yang terjadi ketika salah satu
orang tidak mau mengalah untuk menyelesaikan masalah. Konflik ini seringkali
berkembang dengan jenis konflik lain, yang kemudian masalah menjadi semakin
sulit untuk terselesaikan.
1)
Meta conflict
Meta conflict merupakan
perseteruan yang terjadi ketika komunikasi antara satu sama lain tak berjalan
dengan efektif.
2)
Trust conflict
Ketidakpercayaan antara
satu sama lain dapat menyebabkan konflik. Sebagai contoh, Anda tidak percaya
sepenuhnya dengan tim saat bekerja dan berusaha untuk menyelesaikan segala
sesuatunya sendiri. Hal tersebut tentunya bisa memicu perseteruan antara Anda dengan
rekan satu tim.
A.
Makna Resolusi Konflik
Resolusi konflik adalah adalah suatu pendekatan yang memiliki tujuan
untuk menyelesaikan konflik melalui pemecahan masalah secara konstruktif
B.
Cara mengatasi Konflik
1.
Menang-menang (win-lose and
win-win win strategy).
2. Strategi menghindari dan tidak
melayani pertengkaran (avoidance and an active fighting strategy).
3.
Strategi pemaksaan dan berbicara
(force and talk strategy),
4.
Strategi menurunkan atau menaikkan
ego (face-detracting and face-enhancing strategy),
5. Strategi berbicara secara agresif
dan argumentative (verbal aggressiveness and argumentativeness strategy)
Komentar
Posting Komentar