TUGAS KAP

 

TUGAS 

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

 

Penulis

Nama                         : Rizky Mulia Annisa Putry

NPM                            2116031012

Program Studi         : Ilmu Komunikasi

 

 

Mata Kuliah             : Komunikasi Antar Pribadi

Dosen                         : Bangun Suharti, MIP

 

                       

 

 

          

 


 

 

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung

Bandar Lampung

24 November 2021




A.   TUGAS

 

BAB 1
TEORI DASAR KAP DAN TEORI KONFLIK

 

1.      TEORI DASAR KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

 

Teori Komunikasi Antar Pribadi adalah komunikasi yang berlangsung dengan tatap muka antar dua orang atau lebih secara verbal atau non verbal, bisa secara di rencanakan bisa juga dengan secara otodidak atau biasa kita kenal 'dadakan'.

 

Komunikasi Antar Pribadi memiliki beberapa teori yaitu :

 

1.      Interaksionisme Simbolik

Teori interaksionisme Simbolik merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Teori interaksi simbolik berfokus pada pentingnya konsep diri dan persepsi yang dimiliki iindividu berdasarkan interaksi dengan individu lain.

 

Menurut Herbert Blumer, terdapat tiga asumsi dari teori ini:

1.      Manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepada mereka.

2.      Makna diciptakan dalam interaksi antar manusia.

3.      Makna dimodifikasi melalui interpretasi.

 

   Asumsi pada Interaksionisme Simbolik.

Pada dasarnya teori Interaksionisme Simbolik berakar dan berfokus pada hakekat manusia yang adalah makhluk Rasional. Esensi dari teori Interaksionisme Simbolik menurut Mulyana (2006) adalah suatu aktifitas yang merupakan ciri khas manusia, yakni komunikasi atau pertukaran simbol simbol yang diberi makna.

Joel M. Charon (1979) dalam bukunya “Symbolic interactsionism” mendefinisikan interaksi sebagai aksi sosial bersama, individu individu berkomunikasi satu sama lain mengenai apa yang mereka lakukan dengan mengorientasikan kegiatannya kepada dirinya masing masing ( mutual social action, individuals, communicating to each other in what they do, orienting their acts to each others)

 

    2. Teori Pelanggaran Harapan

Teori Pelanggaran Harapan merupakan salah satu teori komunikasi yang menggambarkan bahwa seseorang memiliki harapan terhadap jarak perilaku nonverbal orang lain yang dapat memberikan kenyamanan kepadanya. Teori ini melihat komunikasi sebagai pertukaran informasi yang dapat dianggap positif atau negatif tergantung pada rasa suka atau harapan antara dua orang yang berinteraksi.

 

Teori Pelanggaran Harapan menurut E.M Griffin memiliki dasar teori, Hubungan antar pribadi dipengaruhi oleh harapan atas ruang pribadi (personal space), jika jarak antar pribadi dilanggar, akan terjadi hambatan komunikasi antar personal, karena dianggap tidak sopan sehingga timbul ketidaknyamanan.

Biasanya membagi jarak : jarak akrab, jarak personal, jarak sosial dan jarak publik.

¾     Contoh : Orang yang sudah akrab, boleh masuk rumah, ruang keluarga dengan ruang tamu (bukan keluarga) pasti berbeda.

     

       3.              Teori Kebohongan Antar Pribadi

            Teori Kebohongan Antar Pribadi dicetuskan oleh David Buller dan Judee Burgoon.

Respon dalam komunikasi antar pribadi merupakan kebohongan, atau jawaban berkelit untuk menghindarkan dari kondisi yang tak diinginkan. Kebohongan atau concept of deception, dibuat untuk membuat keyakinan atau kesimpulan palsu. Kadang kadang dalam KAP, akan terjadi pembohongan untuk mengelabui.

 

Teori ini digunakan untuk menjelaskan kebohongan-kebohongan komunikasi seseorang dengan cara memancing komunikan dengan informasi yang tidak benar sehingga terbongkarlah kenyataan bohongnya. Teori ini secara asumsi tergolong ke dalam kategori humanistik. Sangat sulit dengan teori ini untuk meramalkan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada pikiran manusia. Artinya apakah seseorang melakukan kebohongan atau tidak, agak sulit diramalkan.

 

        4. Teori Penetrasi Sosial

Teori Penetrasi Sosial dipopulerkan oleh Irwin Altman & Dalmas Taylor. Teori penetrasi sosial secara umum membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal.

 

Dalam perspektif teori penetrasi sosial, Altman dan Taylor menjelaskan beberapa penjabaran sebagai berikut:

·         Pertama, Kita lebih sering dan lebih cepat akrab dalam hal pertukaran pada lapisan terluar dari diri kita.

·         Kedua, keterbukaan-diri (self disclosure) bersifat resiprokal (timbal-balik), terutama pada tahap awal dalam suatu hubungan. Menurut teori ini, pada awal suatu hubungan kedua belah pihak biasanya akan saling antusias untuk membuka diri, dan keterbukaan ini bersifat timbal balik.

·         Ketiga, penetrasi akan cepat di awal akan tetapi akan semakin berkurang ketika semakin masuk ke dalam lapisan yang makin dalam. Tidak ada istilah “langsung akrab”.

·         Keempat, depenetrasi adalah proses yang bertahap dengan semakin memudar. Maksudnya adalah ketika suatu hubungan tidak berjalan lancar, maka keduanya akan berusaha semakin menjauh. Akan tetapi proses ini tidak bersifat eksplosif atau meledak secara sekaligus, tapi lebih bersifat bertahap. Semuanya bertahap, dan semakin memudar.

 

Dalam teori penetrasi sosial, kedalaman suatu hubungan adalah penting. Tapi, keluasan  ternyata juga sama pentingnya.

Komunikasi, pengungkapan diri dan keakraban adalah unsur pokok hubungan antar pribadi. Hubungan sering dihargai seperti keuntungan dan biaya yang harus dikeluarkan.

 

¾     Rumus hubungan

ü  H = I-B ( Hasil hubungan = imbalan – Biaya ) 

ü  Profit =  reward – cost

Hubungan bisa berakhir, jika perhitungan tidak menghasilkan profit (kenyamanan, keselamatan dll)

   


          5. Teori Reduksi Ketidakpastian

Teori pengurangan ketidakpastian merupakan salah satu teori komunikasi yang membahas mengenai strategi untuk mengurangi ketidakpastian kognitif dan perilaku dengan pencarian informasi melalui komunikasi dengan orang lain. Ketidakpastian kognitif merujuk kepada tingkat ketidakpastian yang dihubungan dengan keyakinan dan sikap tersebut. Ketidakpastian perilaku merujuk kepada tingkat ketidakpastian yang dihubungkan dengan perilaku.

 

Menurut Berger & Calebrese (dalam Gudykunt & Kim, 1997, p. 32) ada dua jenis ketidakpastian saat bertemu orang asing. Pertama adalah sikap, perasaan, kepercayaan, nilai, perilaku orang asing. Kedua adalah ketidakpastian terhadap makna dibalik perilaku yang ditunjukkan oleh orang asing ketika berkomunikasi sehingga, seseorang berusaha memprediksi makna-makna yang mungkin sesuai dengan perilaku orang asing tersebut. Ketidakpastian dapat berdampak buruk pada kualitas hubungan. Maka, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian adalah dengan mencari informasi. Pencarian terhadap informasi ini dapat dilakukan melalui tiga strategi. Menurut Berger & Calebrese (dalam West dan Turner, 2013, p. 184) strategi tersebut adalah strategi pasif (passive strategy), strategi aktif (active strategy), dan strategi interaktif (interactive strategy).

 

Individu melakukan tindakan memprediksi perilaku komunikan. Setiap individu yang berinteraksi selalu memiliki prediksi terhadap perilaku komunikannya. Reaksi komunikan merupakan ketidakpastian, namun sudah diprediksi sebelumnya. Ketidakpastian, menimbulkan keinginan untuk berinteraksi lebih lanjut. Dalam hubungan, yang dicari adalah kepastian dan menghindari ketidakpastian.

¾     Kepastian : tukar cincin, pernikahan, saling sering menyapa, saling memberikan hadiah

 

         6. Teori Disonasi Kognitif ( Pengaruh )

Leon Festinger (1957) menjelaskan bahwa disonansi kognitif adalah diskrepansi atau kesenjangan yang terjadi antara dua elemen kognitif yang tidak konsisten, menciptakan ketidaknyamanan psikologis.

 

Teori disonansi kognitif memiliki sejumlah anggapan atau asumsi dasar diantaranya adalah:

1.      Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada keyakinan, sikap, dan perilakunya. Teori ini menekankan sebuah model mengenai sifat dasar dari manusia yang mementingkan adanya stabilitas dan konsistensi.

2.      Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi biologis. Teori ini merujuk pada fakta-fakta harus tidak konsisten secara psikologis satu dengan lainnya untuk menimbulkan disonansi kognitif.

3.      Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan dengan dampak-dampak yang tidak dapat diukur.Teori ini menekankan seseorang yang berada dalam disonansi memberikan keadaan yang tidak nyaman, sehingga ia akan melakukan tindakan untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut.

4.      Disonansi akan mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi. Teori ini beranggapan bahwa rangsangan disonansi yang diberikan akan memotivasi seseorang untuk keluar dari inkonsistensi tersebut dan mengembalikannya pada konsistensi.

 

Pribadi selalu mengalami disonansi kognitif, atau perbedaan pengetahuan dengan tindakan.

¾     Kasus 1. Orang sudah tahu rokok itu merusak kesehatan, tidak sehat dan mubazir, tetapi tetap saja orang merokok

¾     Kasus 2. Orang merasa memiliki kebebasan pilihan dan ia akan bertanggung jawab atas pilihannya. Jika dipaksa, ia akan menyalahkan orang yang memaksa, atau akan menyesali telah melakukan sesuatu yang tak diinginkannya

        7. Teori Keseimbangan

Ruang lingkup teori keseimbangan ( balance theory) dari Heider ialah menganai hubungan-hubungan antar pribadi. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu-individu sebagai bagian dari struktur sosial, (misalnya sebagai suatu kelompok) cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain.

 

Jika seseorang setuju pada tindakan tertentu, ia akan melakukannya dengan senang hati, jika ia tidak setuju tetapi telah melakukannya, ia akan mengalami stress, gangguan jiwa. Untuk itu ia akan mengurangi ketidaknyamanan itu dengan cara mengubah sikap terhadap tindakannya itu, dan jika belum merasa nyaman, ia akan terus mencari cara agar terjadi pilihan yang tepat / seimbang sehingga ia bisa merasa nyaman.. Teori Kesesuaian ( Congruity Theory )

Pokok prinsip kesesuaian yang dirumuskan oleh Charles Osgood dan Tannenbaum mengatakan bahwa unsur unsur kognitif mempunyai valensi positif atau valensi negatif dalam berbagai intensitas atau mempunyai valensi nol.           Unsur unsur yang relevan satu sama lain dapat mempunyai hubungan positif dan negatif.

 

Jika seseorang memiliki pendapat, dan ia orang yang berpengaruh, ia akan dapat merubah pandangan orang lain. Sikap seseorang seringkali akan menyesuaikan dengan sikap dan pandangan orang lain, pandangan yang mudah berubah adalah pandangan yang ekstrem dan lebih mudah dipengaruhi daripada sikap netral.

¾     Dalam KAP, akan terjadi penyesuaian terhadap saran, ide, gagasan dan pengaruh dari orang lain.

 

2. TEORI KONFLIK ANTAR PRIBADI

 

Teori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula. Ada beberapa teori konflik yang akan dibahas yaitu :

 

1.      Konflik Prinsip – Komunal

ü  Konflik prinsip : mencerminkan perbedaan nilai-nilai antar individu dalam suatu hubungan

ü  Konflik komunal : berbeda mengenai bagaimana mereka harus bertindak, perbedaan respon ang ditunjukkan.

 

Konflik terjadi karena prinsip yang berbeda, meskipun sebagiannya ada persamaan dn terjadi pada suatu kelompok

Setuju punya anak, tetapi tidak sepakat kapan akan punya anak (kelompok terkecil keluarga)  Ada perbedaan dalam persetujuan tersebut.  Misalnya, setuju maling dihukum, tetapi tidak sepakat apa hukuman bagi maling

 

2.      Konflik Realistik - Non realistik

Konflik realistis merupakan konflik yang berawal dari kekecewaan terhadap tuntutan-tuntutan khusus yang terjadi dalam hubungan. Konflik realistis muncul dari frustasi atas tuntutan khusus dalam hubungan dan dari perkiraan keuntungan pada objek frustasi.

Menurut Coser (pendapat Coser)  Konflik timbul karena frustasi dan ada pelampiasannya. Akibatnya melemparkannya dan menyalahkan orang lain.

Tujuan konflik ini, adalah untuk

a.       melepaskan ketegangan melalui agresi

b.      Pengalihan agresi untuk self reinforcing (penguatan diri)

   

¾     Seorang suami melampiaskan marah kepada istri akibat dimarahi pimpinan, merasa kuat dan tenang setelah marah pada istri, padahal yang sesungguhnya adalah : konflik di kantor dengan atasannya/ dengan rekan kerjanya

3.      Konflik Pribadi dan individu super

Konflik dibuat untuk kepentingan pribadi yaitu konflik pribadi, namun ada juga orang berkonflik demi melindungi orang lain (pipmpinan lindungi bawahan), orang dapat mengorbankan konflik demi membela komunitas, inilah pribadi super atau individu super.

Ada istri konflik dengan suami karena alasan pribadi, tetapi ada ibu yang berkonflik demi membela dan melindungi anaknya (ibu super). Pemimpin sewajarnya berkonflik, demi membela rakyatnya, bukan sebaliknya (pemimpin super).

 

4.      Konflik perilaku dan atributions

Masing-masing yang berkonflik memiliki alasan , alasan yang dikemukakan salah seorang, tidak mungkin dan tidak selalu diakui oleh pihak lainnya . Hal ini, menunjukkan bahwa satu pihak merasa benar dan tidak masalah, tapi bagi pihak lain, tindakan tersebut justru menimbulkan masalah. Misalnya,

¾     Orang mengorok, bagi yang lain bisa dianggap mengganggu.

¾     Makan berkecap, bersuara, bisa dianggap tidak sopan bagi orang lain

¾     Berbusana, dengan model tertentu, bisa dianggap mengganggu bagi orang lain.

5.      Konflik Pelanggaran - tanpa pelanggaran

Konflik ini terjadi akibat adanya pelanggaran terhadap kesepakatan bersama

3 karakter kunci : fokus, mencolok mata (salience), konsekuensi (consequence)

¾     Fokus : bila aturan dibuat umum dan tidak fokus, dapat menyebabkan konflik

¾     Mencolok mata : bila pelanggaran tak tampak, tak timbul konflik, tapi bila nyata akan timbul konflik

¾     Konsekuensi : pada kasus tertentu, dampak pelanggaran sudah diketahui bersama, jika khianat, otomatis cerai. Jika ketahuan narkoba, otomatis dikeluarkan.

6.      Konflik Antagonistik - Dialektik

Yang satu menuntut, yang lain tak dapat memenuhi. Jika dapat memenuhi, maka akan mengurangi porsi yang lain

¾     Contoh : Istri minta berlibur, otomatis suami kehilangan uang lembur atau proyek, konflik yang masih bisa saling tawar, dengan perhitungan perhitungannya.

 

§  Pola komunikasi yang menghalangi pengelolaan / resolusi konflik.

a.       Alasan yang diduga duga/perkiraan

Misalnya, jika menolak kencan, menduga ada kencan dengan orang lain. Maka konflik makin runcing karena salah satu pihak punya praduga lainnya.

b.      Balas menyalahkan

Konflik makin meruncing akibat masing-masing fokus pada sumber konflik. Konflik makin runyam, bila masing-masing saling menyalahkan, bukan mencari solusi.

c.       Menuntut menarik diri

Satu pihak menuntut memperbaiki, pihak lain tidak menggubrisnya. Makin runcing masalah, karena solusi yang ditawarkan diabaikan.

d.      Peningkatan komunikasi negatif

Apabila kata-kata negatif dilontarkan, menambah konflik, apalagi mulai main tangan, maka makin runcing konflik.

e.       Keras kepala

¾     Tidak mau mengalah

¾     Tidak mau mengaku salah

¾     Tidak jujur dan berbelitbelit

¾     Mengalihkan pembicaraan

f.       Tidak jujur dan berbelit belit

¾     Ketidak jujuran membuat hati tidak tenang

¾     Ketika terkuak ketidak jujuran, pengkhianatan sulit dimaafkan

¾     Berbelit belit akan membuat makin sulit dan meningkatkan kecurigaan

g.       Tidak mau mengalah

¾     Kedua belah pihak merasa benar

¾     Tidak ada yang merasa bersalah, sehingga tidak mau mengalah

¾     Kedua belah pihak tidak menyadari pentingnya pemahaman  mengalah itu bukan kalah , Salah atau benar tidak penting yang penting Rukun dan Bahagia.

h.      Mengalihkan Pembicaraan

Mengalihkan pembicaraan, jika sering dilakukan dapat menjengkelkan, menimbulkan kecurigaan dan tidak respek dari orang yang diajak bicara.

                                       BAB II

HUBUNGAN AKRAB DALAM KELUARGA

 

A.     TUJUAN UTAMA KOMUNIKASI KELUARGA / DALAM HUBUNGAN PERKAWINAN

1.      Kontribusi bagi pembentukan konsep diri

Konsep diri anggota keluarga, terutama anak anak : dibentuk, dipelihara, diperkuat dan dikembangkan dalam komunikasi keluarga melalui pernyataan kasih sayang, dukungan, sambutan, penerimaan, pujian.

2.      Untuk dukungan dan pengakuan yang diperlukan

Anggota keluarga akan menyatakan dukungan dan sambutan jika ada anggota keluarga lain yang berhasil, sukses. Meskipun sederhana, hadiah, ucapan selamat, perasaan lega, akan memberikan penguatan dan dukungan.

Penerimaan pada k  ekurangan anggota keluarga, keluarga yang tidak terlalu banyak menuntut akan menenteramkan dan mendamaikan suasana, jika ini tidak didapatkan, anggota keluarga dapat mencari pelampiasan diluar keluarga. Hal ini akan mengancam keutuhan dan keharmonisan keluarga.

 

3.      Menciptakan model-model

Anak akan mencontoh pola dan model dari kedua orangtuanya.

Mencontoh pola pemecahan konflik : marah, dingin, saling terbuka , menghina atau memberikan saran. Model dari rumah, biasanya akan terpola keluar rumah, anak akan memecahkan dan memperlakukan orang lain sebagaimana orang rumah memperlakukan orang lain dan memecahkan masalah.

4.      Pola komunikasi antar generasi dalam keluarga

Pola komunikasi keluarga antar generasi terkait masalah : tanggung jawab, sopan santun, otoritas : siapa diatur, siapa mengatur. Pola komunikasi antar generasi juga menyangkut : masalah perlindungan, tepo seliro, keteladanan dan penerimaan.

Perbedaan generasi harus dapat diatasi dengan kebersamaan, penerimaan, penghormatan, kasih sayang, sopan santun dan dukungan.

¾     Keluarga Bahagia menjadi model bagi anak-anaknya


A.     MASALAH MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKRABAN

1.      Kesepian

Cirinya, seseorang merasa tingkat interaksinya Lebih kecil daripada yang diinginkan. Bila hubungan dangkal, meskipun banyak, bisa membuat seseorang merasa kesepian. Kesepian bisa menyebabkan : kurang percaya diri, tidak mampu memprakarsai aktivitas sosial, sulit mencari teman, kurang dapat diterima orang lain.

¾     Catatan : Buatlah hubungan harmonis, agar tidak ada kesepian anggota keluarga

2.      Ketidakpastian hubungan

Ragu pada identitas hubungan ; romantiskah, sekedar teman biasakah, hanya sampai disinikah.  Bisa disebabkan oleh ketegangan dialektis : satu saat dekat, akrab, saat lainnya menjauh  tidak akrab. Ketiadaan berbagi waktu dan perhatian

Contoh,  keterpisahan jarak karena sekolah, pindah tugas, pindah rumah, perkawinan dapat menjadi ketidak pastian hubungan

¾     Catatan, Jika hubungan dipertahankan perlu kepastian dengan tetap selalu berhubungan, saling sapa atau saling kontak, saling berbagi atau curhat.

1.      Kecemburuan atau Jealously

adalah kecurigaan, mengenai adanya persaingan, ketidak setaraan. Hal ini merupakan peretak utama keakraban.

Self esteem (harga diri) yang rendah sering menjadi penyebab kecemburuan. Wanita cemburu karena pemisahan jarak, pria cemburu karena melihat ada perhatian kepada pria lain

¾     Catatan : harus meningkatkan kepercayaan satu sama lain untuk menghilangkan kecemburuan

o   Self esteem : dapat meyebabkan masalah dalam hubungan antar pribadi

 

2.      Hubungan suami istri (dalam keluarga) secara fisik

Masalah hubungan suami istri penting dalam kelangsungan rumah tangga : teguran, senyuman, hadiah, gandengan tangan, jalan Bersama dll.

Bagi Suami / pria hubungan ini merupakan syarat mutlak, tetapi wanita tidak terlalu penting. Wanita lebih mementingkan pola perilaku pria (perhatian, lembut dan kasih sayang, komunikasi yang setara dan terbuka) sebagai kebutuhan utama hubungan rumah tangga/ suami istri. Istri lebih mengutamakan anak anak dibandingkan suami. Bagi suami, ketiadaan hubungan suami istri bisa menjadi masalah, tetapi bagi istri, tidak menjadi masalah sama sekali. Bisa diatasi dengan perhatian dalam komunikasi visrtual jika terkendala jarak.

¾     Hubungan fisik (kebersamaan, kehadiran) penting dalam keluarga (suami istri). 


BAB III

RESOLUSI KONFLIK DALAM KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL

A.     Definisi Konflik

Frost & Wilmot (1978) dalam Mulyana(2002) mendefinisikannya sebagai suatu “perjuangan yang diekspresikan antara sekurang-kurangnya dua pihak yang saling bergantung, yang mempersepsi tujuan-tujuan yang tidak sepadan, imbalan yang langka, dan gangguan dari pihak lain dalam mencapai tujuan mereka”.

Konflik berasal dari kata confligere yang artinya “bersama” atau “bersaling-saling” dan fligere yang artinya “tubruk” atau“bentur”.

 

Adapun konflik secara harfiah adalah perbenturan antara dua pihak yang tengah berjumpa dan bersilang jalan pada suatu titik kejadian, yang berujung pada terjadinya benturan.

Sedangkan secara umum konflik didefinisikan sebagai suatu peristiwa yang timbul karena adanya niat-niat disengaja antara pihak-pihak yang berkonflik tersebut.

A.     Klasifikasi Konflik

1)      Pseudo conflict

Pseudo conflict adalah konflik interpersonal yang terjadi karena kesalahpahaman. Orang-orang yang terlibat dalam konflik ini merasa mempunyai tujuan berbeda, padahal kenyataannya sama.

2)      Fact conflict

Jenis konflik biasanya ini terjadi saat dua orang atau lebih mempunyai perbedaan pendapat mengenai informasi tertentu.

3)      Value conflict

Value conflict merupakan konflik yang terjadi ketika perbedaan nilai-nilai pribadi di dalam diri seseorang memicu ketidaksepakatan. Misalnya, Anda dan rekan kerja memiliki pandangan berbeda soal hak aborsi.

4)      Policy conflict

Jenis konflik ini terjadi pada saat Anda memiliki perbedaan pendapat terkait rencana tindakan atau strategi pemecahan masalah dalam situasi tertentu dengan orang lain. Faktor-faktor yang berkontribusi dalam perbedaan pendapat tersebut antara lain pendidikan hingga kepribadian.

5)      Ego conflict

Ego conflict adalah konflik yang terjadi ketika salah satu orang tidak mau mengalah untuk menyelesaikan masalah. Konflik ini seringkali berkembang dengan jenis konflik lain, yang kemudian masalah menjadi semakin sulit untuk terselesaikan.  

1)      Meta conflict

Meta conflict merupakan perseteruan yang terjadi ketika komunikasi antara satu sama lain tak berjalan dengan efektif.

2)      Trust conflict

Ketidakpercayaan antara satu sama lain dapat menyebabkan konflik. Sebagai contoh, Anda tidak percaya sepenuhnya dengan tim saat bekerja dan berusaha untuk menyelesaikan segala sesuatunya sendiri. Hal tersebut tentunya bisa memicu perseteruan antara Anda dengan rekan satu tim.

 

A.     Makna Resolusi Konflik

Resolusi konflik adalah adalah suatu pendekatan yang memiliki tujuan untuk menyelesaikan konflik melalui pemecahan masalah secara konstruktif

 

B.     Cara mengatasi Konflik

1.      Menang-menang (win-lose and win-win win strategy).

2.   Strategi menghindari dan tidak melayani pertengkaran (avoidance and an active fighting strategy).

3.      Strategi pemaksaan dan berbicara (force and talk strategy),

4.      Strategi menurunkan atau menaikkan ego (face-detracting and face-enhancing strategy),

5. Strategi berbicara secara agresif dan argumentative (verbal aggressiveness and argumentativeness strategy)

 

 

 

 


Komentar