B. Q n A 1 (KUIS)

                                                            KUIS 

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

 

Penulis

Nama                         : Rizky Mulia Annisa Putry

NPM                            211603101

Program Studi         : Ilmu Komunikasi

 

 

Mata Kuliah             : Komunikasi Antar Pribadi

Dosen                         : Bangun Suharti, MIP

 

                       

 

 


        
Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung

Bandar Lampung

24 November 2021


B. Q n A 1 (KUIS)


1.      Sebutkan dan uraikan ciri-ciri komunikasi dalam hubungan akrab

¾     Ramah dan Kasih sayang

Ramah adalah sikap/perilaku baik hati, suka bergaul, dan sopan dalam bersikap.

Keramahan menunjukkan kasih dan sayang. Bila hubungan dipenuhi cacian, sindiran, akan menjauhkan hubungan. Guyon ( joke ) bisa terjadi sebagai selingan dan bukan sebagai sindiran atau cemoohan, bandingkan guyonan dalam suasana yg tidak akrab, belum akrab, bisa dianggap menyindir dan menyinggung perasaan, tidak sopan. Dalam agama (Islam), tetap menjaga kejujuran walaupun dalam bercanda. 

¾     Kepercayaan

kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.

Semua yang terlibat dalam hubungan akrab, menjaga saling percaya. Bila salah satu berkhianat, hilanglah keakraban, bila salah satu mendapatkan amanah, berusaha untuk menyampaikan, bila meminjam, yakin pasti dikembalikan, namun sebaiknya tetap harus dicatat, ada catatan dengan saksi demi menghindari kekhilafan, kelupaan, atau ada salah satu yang meninggal dan berhalangan.

¾     Pengungkapan Diri (self disclosure)

Pengungkapan diri adalah proses komunikasi dimana seseorang mengungkapkan informasi tentang dirinya kepada orang lain.

Biasanya orang yang sudah akrab, lebih terbuka satu sama lain, hal ini karena sudah ada saling kepercayaan satu sama lainnya. Keluh kesah dan apa yang dirasakan satu sama lain terbuka baik tentang rasa tidak suka, marah, tersinggung, sakit, lapar, minta tolong, dalam bahaya ataupun, dalam tekanan, dll.

¾     Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah keadaan di mana wajib menanggung segala sesuatu sehingga kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu yang menjadi akibat.

Masing-masing bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberi. Tidak mudah membuka rahasia, saling menutupi rahasia dan kekurangan. Bila berani berjanji, maka akan berani untuk saling bertanggung jawab.

o   Ringan tangan dan kaki (mudah menolong) merupakan ebagai bentuk tanggung jawab

¾     Dukungan (supportiveness)

Dukungan adalah suatu upaya yang diberikan kepada seseorang baik itu moril maupun material untuk memotivasi orang lain dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Bila ada prestasi dan kemauan, akan saling mendukung, bila ada masalah, akan berusaha turut menyelesaikan, bila ada pekerjaan, akan saling berbagi, bila ada kesenangan, akan saling berbagi, bila khilaf, segera dinasehati, disupport dan diberikan solusi. Mudahnya ialah memberikan Kalimatnya supportif dan positif : jangan pesimis, optimis, keren, good job, terima kasih, maaf.

¾     Penerimaan karena pemahaman

Dapat menerima kekurangan masing-masing dan kelebihannya, dapat saling mau direpotkan, dapat saling membantu. Ketidakmampuan, ketidak berdayaan, kesalahan lebih mudah diterima daripada orang yang tidak akrab. Bila salah, minta maaf, makan kesalahan tersebut akan segera dimaklumi, Lebih permisif, lebih toleran terhadap kesalahan kecil dan lebih mudah dimaafkan jika mereka sudah dekat dan bersahabat dan jika ada kesalahan, mudah memahami situasi dan kondisinya.

1.      Sebutkan dan jelaskan fungsi komunikasi dalam hubungan akrab pada keluarga.

Dalam keluarga sangat diperlukan komunikasi, terutama komunikasi kepada anak, dengan komunikasi antara orang tua dan anak terjalin dengan baik, maka keluarga akan mudah untuk mencapai tujuan yang akan dicapainya. Berikut fungsi komunikasi dalam hubungan akrab pada keluarga :

1)      Menyampaikan informasi

Dengan adanya komunikasi, ketika keluarga ingin menyampaikan suatu informasi, setiap anggota keluarga akan tahu informasi itu. Jadi tidak akan ada miskomunikasi atau salah paham antara satu dengan yang lainnya.

2)      Mengerti keinginan karena diungkapkan dengan ekspresi

Komunikasi non verbal, komunikasi dengan menggunakan ekspresi, dengan adanya ekspresi dalam keluarga maka dalam keluarga akan lebih mudah untuk saling mengerti apa yang diinginkan setiap anggota keluarganya dan mampu memahami setiap situasi dan kondisi anggota keluarganya, dengan melihat ekspresi yang dikeluarkan.

3)      Timbulnya sikap sosial di keluarga

Melatih komunikasi pada anak, terutama bicara dan berekspresi akan membantu anak mengembangkan sikap sosialnya baik di keluarga maupun di luar masyarakat nantinya.

4)      Fungsi pemantauan kepada anak-anak

Komunikasi akan membantu orang tua untuk mengontrol pergerakan anak, baik di dalam keluarga maupun di luar keluarga atau di lingkungannya. Dengan berkomunikasi, keluarga akan mengerti hal apa saja yang telah terjadi di luar sana.

5)      Saling memahami persamaan dan perbedaan

Komunikasi akan membuat hubungan dalam keluarga menjadi harmonis, dengan adanya komunikasi maka perbedaan di keluarga akan dapat saling dipahami.

6)      Dapat menyalurkan dukungan.

Bila komunikasi dalam keluarga dapat berjalan dengan baik, maka setiap anggota keluarga akan mampu untuk saling memberikan dukungan satu dengan yang lainnya, dengan begitu kebutuhan keluarga akan terpenuhi.

7)      Memberi ruang untuk anak agar berkata jujur

Yang terpenting bagi keluarga adalah komunikasi, itulah sebabnya komunikasi sangat bermanfaat bagi kehidupan keluarga terutama anak dengan orang tua. Pada dasarnya keterbukaan anak sangat penting bagi orang tua, untuk itu sudah semestinya sejak kecil melatih anak untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Melatih anak untuk selalu terbuka berkata jujur agar tidak ada kebohongan, sehingga apabila ada masalah, orang tua akan mudah untuk menyelesaikan masalah di dalam keluarganya.

1.      Apa yang anda ketahui mengenai 4 ruang pada diri seseorang menurut teori Johari window? Uraikan dan jelaskan pokok pokok pikirannya, dan contohnya masing masing ruang tersebut.

Konsep teori Johari window digunakan untuk menciptakan hubungan intrapersonal dan interpersonal, atau hubungan pada diri sendiri dan hubungan antara diri sendiri dan orang lain. Konsep teori Johari window memiliki empat ruang atau empat perspektif yang masing-masing memiliki istilah dan makna yang berbeda. Setiap makna mengandung pemahaman-pemahaman yang mempengaruhi pandangan seseorang. Berikut 4 bagian konsep teori Johari Window :

1)      Open Self Area

Ini adalah area tentang diri kamu yang kamu ketahui dan memang kamu buka dan ekspresikan pada orang lain. Alhasil hampir semua orang tau mengenai hal ini. Pada wilayah terbuka ini, seseorang akan terbuka mengenai perasaan, sifat, kesadaran, perilaku, dan motivasi. Contohnya, Memposting foto selfie atau status di media sosial tentang dirimu maka hal tersebut bisa disebut dengan open self area karena kamu membiarkan orang lain tau tentang diri kamu, bisa juga berupa pencitraan.

2)      Blind Self Area

Blind self  atau wilayah buta merupakan kondisi dimana orang lain dapat memahami sifat, perasaan, pikiran, dan motivasi seseorang, tetapi orang tersebut tidak dapat memahami dirinya sendiri. Wilayah buta sering terjadi dalam interaksi dan dapat menimbulkan kesalahpahaman atau permasalahan lainnya. Seseorang yang berada dalam blind self cenderung tidak dapat menciptakan komunikasi efektif, sehingga timbul berbagai permasalahan. Contohnya, orang yang bersikap sok asik ketika bertemu dengan orang baru, padahal dirinya sendiri merupakan seorang yang pendiam. Ia tidak dapat menilai dirinya sendiri sebagaimana sifat, perilaku, dan pikiran yang ia miliki, tetapi orang lain dapat menilainya.

3)      Hidden Self Area

Hidden Self Area merupakan sesuatu yang kamu ketahui tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Biasanya karena memang sengaja ditutupi agar orang lain tidak tau atau karena hal itu menurutmu bersifat pribadi sehingga tidak perlu dipublikasikan kepada orang lain.

Dalam konsep ini terbagi menjadi dua, yaitu :

o   Over disclosed : Seseorang terlalu banyak menceritakan rahasianya, sehingga kemungkinan hidden self lebih kecil. Hal ini membuat seseorang berada di wilayah terbuka.

o   Under disclosed : Seseorang sedikit menceritakan rahasianya, tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu, sehingga seseorang cenderung berada di wilayah rahasia.

Contohnya, seseorang yang sudah berteman lama belum tentu dapat terbuka sepenuhnya ketika menceritakan kisah hidupnya seperti masalah traumatic, keluarga dan masalah cinta karena ada beberapa orang yang merasa takut menceritakan hal-hal tersebut kepada orang lain.

4)      Unknown Self Area

Unknown self  atau wilayah tak dikenal merupakan kondisi seseorang yang tidak dapat memahami dirinya sendiri bahkan orang lain pun tidak dapat mengenalinya. Wilayah ini merupakan wilayah yang tidak dapat menciptakan interaksi dan komunikasi yang efektif karena keduanya sama-sama merasa tidak ada pemahaman

Contohnya, tidak ada yang tau bahwa sebenarnya kamu memiliki bakat untuk menjadi pemimpin, bahkan diri kamu sendiri juga tidak mengetahuinya. Unknown Self ini bisa terbuka bila, misalnya kamu memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin.

4.      Sebut dan jelaskan beberapa jenis Konflik menurut : Verderber dan Fink serta cara – cara resolusi konflik / cara mengatasi konflik.

 

JENIS KONFLIK MENURUT VERDEBER DAN FINK

1)      Pseudoconflict. (Salah Paham)

Pseudo conflict adalah konflik interpersonal yang terjadi karena kesalahpahaman. Orang-orang yang terlibat dalam konflik ini merasa mempunyai tujuan berbeda, padahal kenyataannya sama.

Cara untuk menyelesaikan konflik ini tidak sulit, mereka yang terlibat perselisihan cukup duduk bersama dan memberikan klarifikasi terkait pemicu kesalahpahaman.

 

2)      Fact Conflict

Konflik biasanya ini terjadi saat dua orang atau lebih mempunyai perbedaan pendapat mengenai informasi tertentu.

Untuk mengatasinya, masing masing pihak cukup memeriksa apakah sumber informasi tersebut kredibel dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

¾     Tabayun : klarifikasi informasi

3)      Value Conflict

Value conflict merupakan konflik yang terjadi ketika perbedaan nilai-nilai pribadi di dalam diri seseorang memicu ketidaksepakatan. Misalnya, kita dan rekan kerja memiliki pandangan berbeda soal hak hukuman mati. Jenis konflik ini tidak selalu memiliki jalan penyelesaian yang jelas. Setiap orang mempunyai nilai dan keyakinan pribadi yang beragam.

Cara yang bisa dilakukan untuk meredam konflik adalah menerimanya dan tidak memaksakan pendapat ke orang lain, memahami perbedaan latar belakang budaya dan sosial politik seseorang.

4)      Polecy Conflic

Jenis konflik ini terjadi pada saat anda memiliki perbedaan pendapat terkait rencana tindakan atau strategi pemecahan masalah dalam situasi tertentu dengan orang lain. Faktor-faktor yang berkontribusi dalam perbedaan pendapat tersebut antara lain pendidikan hingga kepribadian, latar belakang pengetahuan dll.

Contoh : setiap orangtua punya cara mereka masingmasing untuk mendidik anak. Jika suami – istri melihat orang terdekat mendidik buah hatinya dengan cara berbeda, hal tersebut dapat memicu konflik.

5)      Ego Conflict

Ego conflict adalah konflik yang terjadi ketika salah satu orang tidak mau mengalah untuk menyelesaikan masalah. Konflik ini seringkali berkembang dengan jenis konflik lain, yang kemudian masalah menjadi semakin sulit untuk terselesaikan. Untuk menyelesaikannya, salah satu pihak diharuskan mengalah. Jika tidak ada yang mau mengalah, tindakan penyelesaian yang dilakukan kemungkinan besar akan selalu berakhir dengan kegagalan. Biasanya ego yang mendominasi pada konflik ini

6)      Meta Conflict

Meta conflict merupakan perseteruan yang terjadi ketika komunikasi antara satu sama lain tak berjalan dengan efektif. Konflik ini juga, bisa terjadi karena masalah yang komplek pada diri sesorang.

Cara mengatasi konflik ini yaitu dengan melakukan komunikasi secara jelas. Apabila tak segera diselesaikan, hubungan antara orang-orang yang terlibat perselisihan dapat menjadi lebih rumit

7)      Trust Conflict

Ketidakpercayaan antara satu sama lain dapat menyebabkan konflik. Sebagai contoh, seseorang tidak percaya sepenuhnya dengan tim saat bekerja dan berusaha untuk menyelesaikan segala sesuatunya sendiri. Hal tersebut tentunya bisa memicu perseteruan antara pihak dalam tim kerja.

Untuk mengatasi konflik ini, masing masing pihak dalam tim untuk percaya dengan orang lain, kesampingkan tujuan pribadi dan lebih berfokus pada tujuan kolektif/ kelompok.

❤❤❤❤

Komentar